Kalau kami bisa berlari 100 meter kenapa harus berlari 50 meter?
Kata-kata ini aku terima waktu kelas 2 SMA yang begitu dalam dan gak pernah aku lupain. Sekarang kata-kata itu terngiang lagi dan buat aku menarik ujung bibir untuk tersenyum. Seperti bangga apa yang sudah aku lakukan sampai hari ini. Tidak menyesal dengan semua yang sudah terjadi, yang sudah terlewati, yang sudah di hadapi bahkan yang sudah aku lakukan untuk dia.
Kalau aku pikir-pikir rasanya seperti Jackpot! Buta gak tau isinya apa, entah zonk entah bagus isinya tapi tetep coba untuk buka isi kotak nya. 1 kali dapet Zonk, 2 kali juga dapet Zonk, sekarang ke 3 nih rasanya mnggairahkan untuk di buka. Sayangnya cuma boleh intip setengah aja. Keliatannya sih hadiah utama :p
Aku pernah berkata bahwa aku tidak mungkin tidak membatasi mu karena saat membatasi saja kamu pernah pergi jadi itu tidak akan terjadi untuk kedua kalinya. Namun, aku tau saat aku menggenggam pasir terlalu kencang pasir itu akan keluar dari sela-sela jari ku. Jadi aku hanya bisa membuka telapak tangan ku dan membiarkan pasir itu tinggal. Saat angin berhembus ku tutup penuh telapak tangan ku, pasir itu tidak akan pergi tertiup angin :)
Aku menyukai mu. Begitu menyukai mu. Dan aku begitu bahagia saat aku sadar bahwa ternyata perasaan ku tidak berubah, seperti yang pernah aku takutkan dan ku ragukan. Mencintai mu begitu indah.