Thursday, August 21, 2014

Pola Pikir

Seseorang  lelaki mengatakan bahwa ia bisa mengajar siapa saja untuk bisa bermain volli dalam waktu hanya 30 menit. Kemudian ia memanggil seorang wanita yang sama sekali tidak pernah memegang raket volli, mengajaknya berbicara dan berdiri di tengah lapangan volli. 

Ia mulai menjelaskan misinya kepada wakita tersebut dan sang lelaki mengatakan "jangan memukul bola bila ragu, biarkanlah bola itu berlalu". Wanita itu hanya boleh memukul bolanya bila ia sudah merasa nyaman dan menyukai bola tersebut. Kemudian wanita itu melewatkan setiap lemparan bola. 1 kali, 2 kali, 3 kali, 4 kali, 5 kali dan 6 kali. bola-bola itu berlalu.

Sang lelaki terus memberinya dorongan dan semangat. Hinggan bola ke 7, wanita tersebut memukulnya tepat ditengah raket dengan pukulan sempurna. Selama 30 menit wanita tersebut dapat belajar bermain volli, ia berlatih hingga tak ingin berhenti. 

Wanita tersebut berhasil memainkan dimulai dari pikiran, menghilangkan keraguan dan ketakutan-ketakutan akan kegagalan, ketidakmampuan dan segala situasi yang menekannya. Pikiran kita mampu mengendalikan setiap tindakan dan hasil. Jadi saat kita ingin memulai, pikirkanlah "dengan alasan apa aku harus takut?" dan mulailah berjalan.

Kepercayaan itu bukanlah sesuatu yang dibangun tanpa realita, tapi arahan hati yang benar. 

Jatuh namun tak mau bangkit adalah kegagalan. Selama berusaha kata gagal sangat jauh di hadapan mati. 

Berlarilah!

Wednesday, August 20, 2014

Surat untuk Tuhan

Dear My Lord,

Actually I know that from a few years age I only come to You when I get trouble. Only pray to You when I need your help. But, Lord, Its because I need YOU. Cuma Tuhan yang bisa aku andalkan sepenuhnya. Jadi aku mohon ampun beberapa Tahun ini aku sudah mengabaikan jam-jam doa ku.

Tuhan, disetiap doa ku, ku sisipkan harapan perlindungan mu akan hubungan ini. Di setiap doa minggu ku haturkan penjagaan mu atas hati kami. Aku tidak lupa berdoa untuk hal ini. Aku membawa hubungan ini atas nama Mu.

Tuhan, Kau tahu kedalaman hati ku bahkan setiap karakter yang melekat dalam diri ku. You know so well that Im a fighter for everything and every my dream. Tuhan ingat bahwa berapa kali aku tidak sanggup menghadapi beratnya pendidikan ku dari SMA dan harus di lanjutkan di kuliah yang cukup membuat aku 3 kali lipat berusaha untuk bisa menjadi yang terbaik untuk keluarga ku? Tuhan ingat kan juga kan aku harus bekerja sambil kuliah menjalutkan studi ku betapa aku harus menghabiskan waktu biaya dan tenaga. Bagaimana dengan mimpi ku untuk bisa mencapai setiap mimpi dan karir ku, perjalanan sampai aku bisa di tahap ini? Pasti Tuhan tidak lupa karena Kaulah yang membantu ku sampai disini. 

Itu semua syukur ku karena kau limpahkan karakter tidak menyerah dan terus berusaha, bertahan dan bangkit dalam diri ku. Aku tidak mau kalah akan keadaan Tuhan. Tuhan tau betapa aku terpuruk beberapa hari ini, Tuhan tau isi hati dan pikiran ku betapa aku berpikir keras dalam ketakutan ku dan gemetaran ku.

Kau yang memberi kau yang mengambil. Aku percaya bahwa Kau turut bekerja, saat dirinya merasa tak bisa aku percaya Tuhan sanggup mengembalikan. 


So God, for this case I never give up. Until the end I never give up. Everything I will do to take this. I never want to feel that tears again. No, Lord. Its really hard to me.

Beside me, Lord. I pray in Your name.

Amen.

- Your Daughter-

Tuesday, August 19, 2014

Perahu Berlayar, Perahu Berlabuh

Sebuah perahu akan berlabuh berulang kali di pinggir pantai yang sama. Berkali-kali ia berlayar di tengah laut untuk mencari dan menemukan apa yang dituju. Mungkin kamu seperti perahu itu, berulang kali pergi dan ujungnya akan kembali ke pinggir pantai yang sama. Selama masa berlayar pantai ini terlalu sepi, tidak ada aktifitas, tidak ada keramaian, hanya siung angin berhembus. Butuh waktu lama semasa berlabuh artinya butuh waktu lama menunggu dalam kesunyian.

Perahu mu kembali, pantai ini kembali ceria. Mentari semakin bersinar dan hembusan angin memberikan kesejukan. Berapa lama kamu disini? Membiarkan mentari menyinar dan angin berhembus? Membiarkan penghuni merasakan nikmat dari kebahagiaan?

Namun, kamu berlayar lagi. Pergi lagi. Meredupkan sang sinar dan memberikan rasa  berkabung. Kelam. Aku merindukan mu. Kembali lagi. Dan membuat pantai bersinar kembali. Ombak pun sungkan bekerja. Untuk apa jika tidak ada yang harus di dorong, karena sang perahu tidak disini.

Kali ini kamu pun kembali lagi, sebentar saja. Memberikan sedikit udara untuk bernapas. Dan besok kamu pamit berlayar kembali.


Disini. Dipantai ini. Dipantai yang menyajikan tarian ombak, hempasan angin, nyanyian burung dan langit yang indah. Pantai mampu memberikan itu kepada mu. Berhentilah berlayar. Bersama pantai.