Seseorang lelaki mengatakan bahwa ia bisa mengajar siapa saja untuk bisa bermain volli dalam waktu hanya 30 menit. Kemudian ia memanggil seorang wanita yang sama sekali tidak pernah memegang raket volli, mengajaknya berbicara dan berdiri di tengah lapangan volli.
Ia mulai menjelaskan misinya kepada wakita tersebut dan sang lelaki mengatakan "jangan memukul bola bila ragu, biarkanlah bola itu berlalu". Wanita itu hanya boleh memukul bolanya bila ia sudah merasa nyaman dan menyukai bola tersebut. Kemudian wanita itu melewatkan setiap lemparan bola. 1 kali, 2 kali, 3 kali, 4 kali, 5 kali dan 6 kali. bola-bola itu berlalu.
Sang lelaki terus memberinya dorongan dan semangat. Hinggan bola ke 7, wanita tersebut memukulnya tepat ditengah raket dengan pukulan sempurna. Selama 30 menit wanita tersebut dapat belajar bermain volli, ia berlatih hingga tak ingin berhenti.
Wanita tersebut berhasil memainkan dimulai dari pikiran, menghilangkan keraguan dan ketakutan-ketakutan akan kegagalan, ketidakmampuan dan segala situasi yang menekannya. Pikiran kita mampu mengendalikan setiap tindakan dan hasil. Jadi saat kita ingin memulai, pikirkanlah "dengan alasan apa aku harus takut?" dan mulailah berjalan.
Kepercayaan itu bukanlah sesuatu yang dibangun tanpa realita, tapi arahan hati yang benar.
Jatuh namun tak mau bangkit adalah kegagalan. Selama berusaha kata gagal sangat jauh di hadapan mati.
Berlarilah!