Tuesday, August 19, 2014

Perahu Berlayar, Perahu Berlabuh

Sebuah perahu akan berlabuh berulang kali di pinggir pantai yang sama. Berkali-kali ia berlayar di tengah laut untuk mencari dan menemukan apa yang dituju. Mungkin kamu seperti perahu itu, berulang kali pergi dan ujungnya akan kembali ke pinggir pantai yang sama. Selama masa berlayar pantai ini terlalu sepi, tidak ada aktifitas, tidak ada keramaian, hanya siung angin berhembus. Butuh waktu lama semasa berlabuh artinya butuh waktu lama menunggu dalam kesunyian.

Perahu mu kembali, pantai ini kembali ceria. Mentari semakin bersinar dan hembusan angin memberikan kesejukan. Berapa lama kamu disini? Membiarkan mentari menyinar dan angin berhembus? Membiarkan penghuni merasakan nikmat dari kebahagiaan?

Namun, kamu berlayar lagi. Pergi lagi. Meredupkan sang sinar dan memberikan rasa  berkabung. Kelam. Aku merindukan mu. Kembali lagi. Dan membuat pantai bersinar kembali. Ombak pun sungkan bekerja. Untuk apa jika tidak ada yang harus di dorong, karena sang perahu tidak disini.

Kali ini kamu pun kembali lagi, sebentar saja. Memberikan sedikit udara untuk bernapas. Dan besok kamu pamit berlayar kembali.


Disini. Dipantai ini. Dipantai yang menyajikan tarian ombak, hempasan angin, nyanyian burung dan langit yang indah. Pantai mampu memberikan itu kepada mu. Berhentilah berlayar. Bersama pantai.

No comments:

Post a Comment