Sebuah perahu akan berlabuh
berulang kali di pinggir pantai yang sama. Berkali-kali ia berlayar di tengah
laut untuk mencari dan menemukan apa yang dituju. Mungkin kamu seperti perahu
itu, berulang kali pergi dan ujungnya akan kembali ke pinggir pantai yang sama.
Selama masa berlayar pantai ini terlalu sepi, tidak ada aktifitas, tidak ada
keramaian, hanya siung angin berhembus. Butuh waktu lama semasa berlabuh
artinya butuh waktu lama menunggu dalam kesunyian.
Perahu mu kembali, pantai ini
kembali ceria. Mentari semakin bersinar dan hembusan angin memberikan
kesejukan. Berapa lama kamu disini? Membiarkan mentari menyinar dan angin
berhembus? Membiarkan penghuni merasakan nikmat dari kebahagiaan?
Namun, kamu berlayar lagi. Pergi
lagi. Meredupkan sang sinar dan memberikan rasa
berkabung. Kelam. Aku merindukan mu. Kembali lagi. Dan membuat pantai
bersinar kembali. Ombak pun sungkan bekerja. Untuk apa jika tidak ada yang
harus di dorong, karena sang perahu tidak disini.
Kali ini kamu pun kembali lagi,
sebentar saja. Memberikan sedikit udara untuk bernapas. Dan besok kamu pamit
berlayar kembali.
Disini. Dipantai ini. Dipantai
yang menyajikan tarian ombak, hempasan angin, nyanyian burung dan langit yang
indah. Pantai mampu memberikan itu kepada mu. Berhentilah berlayar. Bersama
pantai.
No comments:
Post a Comment