Semua
guratan kata-kata di tempat ini memang bukan sang pemilik akun yang membuatnya.
Dia sangat tidak pintar dalam merangkai kata, astaga! Jadi jangan pernah
tertipu dengan bahawa luwes yang tertera selama ini. Itu semua aku yang
menulis. Aku (wanita) yang senang menulis dan berusaha bisa menulis dari
pikirannya. Sampai saat ini aku ingin tetap menulis mengenai kami. Bedanya,
awal blog ini dimulai untuk membicarakan “aku, sehubungan aku tidak tahan untuk
membongkar kebohongan ini dan aku tidak rela yang membaca blog ini menganggap
bahwa sang empunya blog bisa menulis. Sungguh tak rela. Hahahahaaa.... Itu
bukan topik yang akan ku angkat.
Kalau diawal
sangat banyak menceritakan betapa aku mencintai dia, itu memang benar, sampai
saat ini aku tetap mencintai dia meskipun cinta itu tidak dapat ku raih saat
ini. Aku baca kembali beberapa tulisan
sebelumnya, jadi teringat bagaimana rasa cinta mula-mula itu. Astaga! Itu
sangat indah, aku bisa merasakannya detik ini. Bagaimana hari demi hari rasa
itu tumbuh semakin kuat, sekuat detik ini. Aku tidak bisa menghentikannya.
Jarak ini cukup menghentakan ku,
aku menjadi sangat sadar bahwa banyak hal yang harus aku lakukan saat ini.
Banyak hal yang ingin sekali aku lakukan dan banyak yang ingin aku perbaiki. Tentu
saja mengenai aku dan dia.
Tapi rasanya apapun yang aku
lakukan tidak akan cukup untuk membuatnya kembali pada ku. Tapi jujur saja aku
masih merasakan ketenangan di dasar hati ini meskipun kesesakan itu tak luput setiap mata ku
terbuka. Aku merasa tidak kehilangan dirinya sepenuhnya, selama aku masih bisa
berkomunikasi dengannya itu lebih dari cukup, itu membuat ku masih bisa
bernapas. Terdengar konyol dan berlebihan, tapi tak bisa dipungkiri karena
itulah kejujuran perasaan ini. Hampir setiap malam aku tak bisa tidur dengan
tenang, 3-4 kali aku terbangun dan langsung memikirkannya atau sekedar cek
ponsel melihat adakah pesan darinya.
Dan hal yang ingin ku perbaiki,
sebenernya tiap hal menyakitkan dan buruk satu persatu ingin ku sebutkan dengan
permintaan maaf, ku ubah menjadi sesuatu yang membahagiakan. Seperti:
·
Saat kamu sakit, aku tetep minta jemput. Maaf.
·
Saat aku lembur, aku tetep minta jemput. Maaf.
·
Saat kamu suruh aku makan tepat waktu aku gak
nurut. Maaf
·
Saat aku berlebihan minta selalu berkomunikasi
dan membuat waktu mu bersama sahabat mu berkurang. Maaf.
·
Saat aku tau salah dan menahan diri meminta maaf
dan akhirnya membuat mu marah. Maaf.
·
Aku ingin lebih banyak menghabiskan akhir pekan
dengan banyak main dirumah ku atau rumah mu. Aku ingin kita lebih intens dengan
keluarga.
·
Pulang kerja aku juga gak mau mampir kemana-mana
biar kamu bisa makan malam dirumah ku. Mama suruh aku begitu.
·
Aku mau buat kamu lebih banyak tersenyum diakhir
waktu ini.
Andai, andai kata andai itu
berguna. Aku ingin memperbaiki itu semua. Aku ingin kamu J
-Aku-
No comments:
Post a Comment