Thursday, August 22, 2013

Mimpi

Semalam aku bermimpi, eh atau berkhayal ya? Aku tidak bisa membedakannya. Akhir-akhir ini aku tidak dapat menikmati tidur ku dengan baik. Beberapa jam sekali terbangun, menangis, berpikir positif untuk menenangkan diri, tertidur, kembali terbangun dan seperti itu sampai fajar datang. Semua terjadi karena pikiran yang tak dapat ku kendalikan.
 
Mimpi..  yaaa atau khayalan itu lah, aku menikmatinya. Saat itu aku hanya memeluk mu sambil terisak dan mengatakan “Terima kasih, tak akan ku ulangi lagi” dan terus memeluk mu erat. Itu seperti nyata, suara berat mu terdengar nyata. Aku merasa haru pagi ini.
 
Masalahnya, semakin aku memikirkannya semakin kacau pikiran ini. Aku tidak bisa membedakan apakah ini hanya karena kebaikan mu atau memang perasaan mu. Aku bingung dan resah. Kata “kalau” terus mengiang. “Kalau aku begini nanti dia begitu lagi” tapi “kalau enggak aku lakuin nanti dia bla bla bla....”
 
Aku harus gimana? Aku takut L Aku begitu percaya diri namun muncul kebingungan apa jangan-jangan kepercayaan diri itu hanya untuk menutupi kekhawatiran ku saja. Sepertinya yang aku rasa kepercayaan diri penuh. Oh, Gosh! What should I do??
 
Aku begitu ingin meyakinkannya bahwa aku tidak bohong atas penyesalan ku dan meyakinkannya bahwa perasaannya masih ada dan masih banyak untuk ku. Setidaknya, aku ingin kita membangun kembali bersama jalan ini, dari nol pun tidak masalah bagi ku. Asal kita bersama.
 
Andai perasaan dan logika mu saling bekerja sama dengan baik atas keputusan ini.
Apa aku begitu  menyakiti mu ya jika kita bersama? Aku tak sanggup jika itu kebenaran yang akan aku terima. Sungguh, aku tak mampu.


 
 

No comments:

Post a Comment