Seperti biasa masih curhat di tempat yang tidak dibaca orang lain kecuali pemilik akun ini.
Cerita pagi ini, aku mulai bisa mengikuti alur ini. Aku sudah mulai menerima dan menganggap bahwa kami akan menjadi seorang teman baik. Tapi disaat aku mulai ingin tulus menjalani ini semua aku malah merasa kamu mulai menjaga jarak dengan ku. Aku tau sih niat mu baik tapi kamu ga ada aku akan kehilangan 1 orang penting lagi dalam hidup ku.
Memang, saat ini aku merasa tidak ada tempat berkeluh kesah tanpa ada yang lelah mendengarkannya, tidak ada support dan yang mengerti ku lagi. Dulu ada kamu. Hanya sama kamu aku berani cerita detail tanpa takut berpandangan bosan oleh cerita ku. Kamu suka saat aku selalu bercerita karena kamu cukup tidak kreatif menceritakan hari-hari mu. Jadi kalau aku bener-bener kehilangan kamu penuh sebagai kekasih maupun teman baik, apa yang akan terjadi ya?
Is not easy! When you told me that I wont to make it easy, please understand me that all of this not easy for me.
Siapa yang gak mau sih bisa Amnesia untuk kejadian2 seperti ini. Aku berharap kok kena amnesia. Serius deh. Tapi kenyataannya gak semudah itu. Jadi tolong jangan mudah mengucapkan kata-kata menyebalkan seperti "Move on" " Kamu yang gak mau" "Tergantung" "Terserah". Gak mudah ngejalanin hari saat sakit. Kamu memang gak pernah ngerti perasaan ku. Tidak akan pernah mengerti.
Kamu pikir setiap dijalan dan berharap mengalami kecelakaan itu tidak menyakitkan? Oke, 2 kali dalan 1 hari dalam 7 hari ini aku berpikir seperti itu. Hidup seperti mengasihani diri sendiri. Sungguh menyedihkan. Jadi stop berpura-pura kamu mengerti aku!
No comments:
Post a Comment